Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2023

ARTIKEL KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 2.3 COACHING UNTUK SUPERVISI AKADEMIK

ARTIKEL KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 2.3 COACHING UNTUK SUPERVISI AKADEMIK NURRIFDA, S.Pd  CGP ANGKATAN 8, KABUPATEN KARIMUN, KEPULAUAN RIAU Tujuan Pembelajaran Khusus CGP menyimpulkan dan menjelaskan keterkaitan materi yang diperoleh dan membuat refleksi berdasarkan pemahaman yang dibangun selama modul 2 dalam berbagai media. A. Pemikiran reflektif terhadap pengalaman belajar  Pengalaman/materi pembelajaran yang baru saja diperoleh Dalam modul 2.3 saya mempelajari tentang supervisi akademik yang bertujuan untuk pengembangan kompetensi diri setiap pendidik di sekolah. Pendekatan yang digunakan adalah coaching yang memiliki 3 prinsip yaitu kemitraan, proses kreatif dan memaksimalkan potensi. Kompetensi inti coaching diantaranya kehadiran penuh (presence), mendengarkan aktif dan mengajukan pertanyaan berbobot. Percakapan berbasis coaching menggunakan alur TIRTA  yaitu tujuan, identifikasi, rencana-aksi dan tanggung jawab. Terdapat 3  tahapan supervisi akademik yaitu pra ...

Tugas 2.3.a.4.1 Halaman 4 Eksplorasi Konsep (Coaching Untuk Supervisi Akademik)

  Tugas 2.3.a.4.1 Halaman 4 Eksplorasi Konsep (Coaching Untuk Supervisi Akademik) Nurrifda, S.Pd SMPN 1 Kundur Utara CGP Angkatan 8 Kab. Karimun Dari beberapa definisi yang telah disebutkan, untuk menyelami  perbedaan peran  coaching  dengan metode-metode pengembangan diri tersebut ,  jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini: Setelah membaca definisi-definisi mengenai  mentoring , konseling, fasilitasi dan training, tuliskan yang Anda ketahui mengenai  mentoring, coaching , konseling, training dan fasilitasi. Jawaban: Mentoring : Membagikan pengetahuan, keterampilan dan pengalaman dirinya untuk membantu menthee mengembangkan dirinya. Coaching :  Menuntun coache untuk menemukan ide baru atau cara untuk mengatasi tantangan yang dihadapi atau mencapai tujuan yang dikehendaki Konseling : Biasanya dilakukan ketika ada masalah emosi dan psikologis, fokus pada pembenahan masa lalu, dan kadang melibatkan terapi dan pendekatan remedial Training : Me...

Tugas 2.3.a.4.1 Eksplorasi Konsep Halaman 3 (Coaching Untuk Suoervisi Akademik)

Tugas 2.3.a.4.1 Halaman 3 Eksplorasi Konsep (Coaching Untuk Supervisi Akademik) Nurrifda, S.Pd SMPN 1 Kundur Utara CGP Angkatan 8 Kab. Karimun Dari beberap a definisi yang telah disebutkan, kita melihat ada elemen-elemen penting yang menjadikan sebuah proses itu disebut sebagai  coaching . Untuk itu, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini: 1.  Tuliskan elemen-elemen penting dari   coaching   yang dapat diambil dari beberapa definisi   coaching   yang telah disajikan! Jawaban: Coaching dapat didefinisikan menghantarkan seseorang dari satu tempat ke tempat tujuan Proses coaching merupakan proses kreatif yang ditandai dengan proses eksplorasi, membangun ide yang semuanya ditujukan untuk memaksimalkan potensi personal dan profesional si klien Seorang coach harus bisa mendengarkan secara aktif, mengajukan pertanyaan berbobot, memancing ide, dan memfasilitasi pertumbuhan coachee Coaching merupakan sarana pemberdayaan kompetensi dengan tujuan mengantarkan si c...

Tugas 2.3.a.3 Mulai dari diri Modul 2.3 (Coaching Untuk Supervisi Akademik)

 MULAI DARI DIRI MODUL 2.3 COACHING UNTUK SUPERVISI AKADEMIK NURRIFDA, S.Pd SMPN 1 KUNDUR UTARA CGP ANGKATAN 8 KAB. KARIMUN Pertanyaan-pertanyaan reflektif sesi mulai dari diri: Selama menjadi guru, tentunya pembelajaran Anda pernah diobservasi atau disupervisi oleh kepala sekolah Anda. Bagaimana perasaan Anda ketika diobservasi?           Jawaban: Perasaan saya ketika diobservasi oleh kepala sekolah adalah saya merasa gugup dan sedikit takut. Akan tetapi, saya tetap berusaha untuk menampilkan yang terbaik, saya mempersiapkan segala hal agar pelaksanaan pembelajaran yang saya lakukan terlihat menarik dan membuat siswa merasa bahagia ketika belajar.        2.  Ceritakan pengalaman Anda saat observasi dan pasca kegiatan observasi tersebut.   Jawaban: Saat Observasi  Saya pernah diobservasi oleh Kepala Sekolah. Saya diberikan apresiasi karena saya berhasil menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Selain menggunakan bebe...

KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 2.2 (PEMBELAJARAN SOSIAL DAN EMOSIONAL)

ARTIKEL KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 2.2 By. NURRIFDA, S.Pd CGP Angkatan 8 Kabupaten Karimun, Kepri PEMBELAJARAN SOSIAL DAN EMOSIONAL Pertanyaan Pemantik 1 Apa kesimpulan tentang perubahan pengetahuan, keterampilan, sikap sebagai pemimpin pembelajaran setelah mempelajari pembelajaran sosial dan emosional? Jawaban: Pengertian Pembelajaran Sosial dan Emosional (PSE) Pembelajaran Sosial dan Emosional (PSE) adalah Pembelajaran yang dilakukan secara kolaboratif oleh seluruh komunitas sekolah. Proses kolaborasi ini memungkinkan anak dan pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah memperoleh dan menerapkan pengetahuan, keterampilan dan sikap positif mengenai aspek sosial dan emosional. 5 (lima) Kompetensi Sosial dan Emosional (KSE) Kesadaran Diri: kemampuan untuk memahami perasaan, emosi, dan nilai-nilai diri sendiri, dan bagaimana pengaruhnya pada perilaku diri dalam berbagai situasi dan konteks kehidupan. Manajemen Diri: kemampuan untuk mengelola emosi, pikiran, dan perilaku diri secara efekt...

JURNAL REFLEKSI MINGGUAN MODUL 2.1 (PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI)

 JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN MODUL 2.1 PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Nurrifda, S.Pd SMPN 1 Kundur Utara CGP Angkatan 8, Kab. Karimun, Kepri Model Refleksi 4P   1. Peristiwa   Pada hari kamis tanggal 2 agustus 2023 saya menerapkan pembelajaran berdiferensiasi di kelas 7.2 SMPN 1 Kundur Utara, berdasarkan hasil pra asesmen saya membagi peserta menjadi 3 kolompok yaitu kelompok visual, kelompok auditori dan kelompok kinetetik. 2. Perasaan Saya merasa sangat senang dapat melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi yang dapat memenuhi kebutuhan belajar murid. 3. Pembelajaran Melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi mengharuskan guru lebih berpikir lebih kreatif dan inovatif agar semua kebutuhan belajar murid dapat terpenuhi . 4. Penerapan atau rencana Saya akan berusaha lebih giat lagi untuk melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan dan refleksi        

Tugas 2.1.a.8-Koneksi Antar Materi Modul 2.1 (Pembelajaran Berdiferensiasi)

 ARTIKEL KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 2.1 By. NURRIFDA, S.Pd CGP Angkatan 8 Kabupaten Karimun, Kepri PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI “ Semua pengetahuan terhubung ke semua pengetahuan lainnya. Yang menyenangkan adalah membuat koneksinya.” (Arthur Aufderheide) Pembelajaran Berdiferensiasi Pembelajaran berdiferensiasi adalah usaha guru dalam menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu murid. Pembelajaarn berdiferensiasi adalah pembelajaran pembelajaran untuk mendukung semua murid di kelas kita, setiap anak adalah unik, mereka punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing, begitu pula dengan minat, gaya belajar, kebiasaan, pola pikir, kemampuan literasi dan lain-lain. Diperlukan usaha guru untuk memenuhi kebutuhan belajar murid yang berbeda-beda agar mereka merasa nyaman saat belajar di kelas dan tujuan pembelajaran dapat tercapai. Bagaimana Melakukan Pembelajaran Berdiferensiasi di kelas Pembelajaran berdiferensiasi dapat dilakukan di kelas dengan...