Tugas 2.1.a.8-Koneksi Antar Materi Modul 2.1 (Pembelajaran Berdiferensiasi)

 ARTIKEL
KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 2.1
By. NURRIFDA, S.Pd
CGP Angkatan 8 Kabupaten Karimun, Kepri

PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI

Semua pengetahuan terhubung ke semua pengetahuan lainnya. Yang menyenangkan adalah membuat koneksinya.”

(Arthur Aufderheide)

Pembelajaran Berdiferensiasi

Pembelajaran berdiferensiasi adalah usaha guru dalam menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu murid. Pembelajaarn berdiferensiasi adalah pembelajaran pembelajaran untuk mendukung semua murid di kelas kita, setiap anak adalah unik, mereka punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing, begitu pula dengan minat, gaya belajar, kebiasaan, pola pikir, kemampuan literasi dan lain-lain. Diperlukan usaha guru untuk memenuhi kebutuhan belajar murid yang berbeda-beda agar mereka merasa nyaman saat belajar di kelas dan tujuan pembelajaran dapat tercapai.

Bagaimana Melakukan Pembelajaran Berdiferensiasi di kelas

Pembelajaran berdiferensiasi dapat dilakukan di kelas dengan langkah-langkah sebagai berikut:

  • menetapkan tujuan pembelajaran dengan jelas
  • mengetahui dan merespon kebutuhan belajar murid berdasarkan kesiapan belajar, minat, dan profil belajar murid
  • menyusun rancangan pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan hasil asesmen awal yang mencakup strategi konten, proses dan produk sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan belajar murid
  • menciptakan suasana kelas yang berbudaya positif dalam proses pembelajaran,
  • melaksanakan penilaian atau asesmen yang berkelanjutan (asesmen formatif dan sumatif)
  • melakuakan refleksi secara rutin akan proses pembelajaran yang terlaksana serta tindak lanjutnya

Pembelajaran Berdiferensiasi dapat Memenuhi Kebutuhan Belajar Murid dan Membantu Mencapai Hasil Belajar yang Optimal

Pembelajaran berdiferensiasi dapat memenuhi kebutuhan belajar murid karena guru mempertimbangkan kebutuhan belajar murid yang dapat dikategorikan dalam bentuk kesiapan belajar, minat, atau profil belajar murid dalam menyusun rancangan pelaksanaan pembelajaran. Pembelajaran berdiferensiasi juga bersifat proaktif/dinamis, berakar pada penilaian yang berkelanjutan, dapat menggunakan berbagai pendekatan yang sesuai dengan keragaman murid, dan tak kalah penting berpusat pada murid. Oleh karena itu, proses pembelajaran berdiferensiasi akan membantu murid dalam mencapai hasil belajar optimal dengan mempertimbangkan keragaman murid dalam menguasai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.

Keterkaitan Antara Modul Pembelajaran Berdiferensiasi dengan Modul-modul yang Lain

  • Modul 2.1 dengan Modul 1.1

Untuk melakukan pembelajaran yang berdiferensiasi, guru harus berusaha memenuhi kebutuhan belajar anak sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zaman sesuai filosofi Ki Hajar Dewantara.

  • Modul 2.1 dengan Modul 1.2 

Dalam melakukan pembelajaran berdiferensiasi, seorang guru penggerak harus berpihak pada murid, reflektif, mandiri, kolaboratif dan inovatif untuk menciptakan pembelajaran-pembelajaran berdiferensiasi agar dapat memenuhi kebutuhan murid. Dengan demikian seorang guru penggerak dapat mewujudkan kepemimpinan murid dengan menuntun murid merdeka belajar. Hal ini sesuai dengan nilai dan peran guru penggerak. 

  • Modul 2.1 dengan Modul 1.3 

Pembelajaran berdiferensiasi dapat menjadi salah satu strategi untuk mewujudkan visi guru penggerak yang berpihak pada murid.

  • Modul 2.1 dengan Modul 1.4 

Dalam pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi antara guru dan murid harus ada kesepakatan kelas agar pembelajaran dapat berjalan dengan baik sesuai dengan nilai-nilai budaya positif.

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas 3.1.a.4 Studi Kasus (Eksplorasi Konsep-Prinsip Dilema Etika) Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-Nilai Kebajikan Sebagai Pemimpin

Tugas 3.1.a.4.1 Eksplorasi Konsep-Forum Diskusi Modul 3.1 Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-Nilai Kebajikan Sebagai Pemimpin

ARTIKEL AKSI NATA MODUL 1.4 BUDAYA POSITIF