Tugas 3.1.a.4 Eksplorasi Konsep (Dilema Etika) Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-Nilai Kebajikan Sebagai Pemimpin
Modul 3.1
(Paradigma Dilema Etika)
Nurrifda, S.Pd
SMPN 1 Kundur Utara
CGP Angkatan 8 Kab. Karimun, Kepri
Kasus 1
Ibu Dini adalah kepala sekolah SMA Insan Gemilang. Ia seorang kepala sekolah yang cerdas, berbakat, dan juga inovatif. Ia juga memiliki pembawaan yang supel dan menyenangkan. Setiap pagi bu Dini akan meluangkan waktu untuk berjalan berkeliling sekolah, mengunjungi kelas-kelas, menyapa guru-guru, dan mendengarkan cerita mereka dan memberi mereka semangat. Murid-murid dan guru-guru akrab dengan Bu Dini. Anggota komunitas sekolah memiliki hubungan yang positif dengannya, dan mereka menaruh kepercayaan yang tinggi padanya.
Selain sebagai seorang kepala sekolah, Ibu Dini juga seorang wirausahawan yang sukses dalam bidang kuliner. Selama ini ia dapat membagi waktunya dengan baik. Ia tidak pernah mencampuradukkan urusan pekerjaannya di sekolah dengan bisnisnya.
Semakin lama bisnis kuliner Ibu Dini berkembang pesat. Bisnisnya mendapat penghargaan dari pemerintah sebagai UKM berprestasi dan Ibu Dini mendapat hadiah berupa pelatihan bisnis selama 3 bulan di bawah bimbingan mentor-mentor pebisnis yang sukses. Ini artinya Ibu Dini harus meninggalkan sekolahnya selama 3 bulan karena lokasi pelatihan di luar kota. Padahal baru-baru ini ia banyak mendapat laporan bahwa sedang banyak terjadi permasalahan di SMA Insan Gemilang, sekolah yang ia pimpin. Guru-guru mulai menurun motivasi kerjanya, siswa-siswa banyak yang melanggar peraturan, dan orang tua murid yang mengeluh karena menurunnya kualitas pendidikan di SMA Insan Gemilang.
Bila ia mengikuti program pelatihan bisnis itu, artinya ia harus meninggalkan sekolah lagi selama 3 bulan di tengah kondisi sekolah yang sedang membutuhkan kehadirannya. Di sisi lain ia sangat ingin mengikuti program tersebut karena ia yakin akan mendapat banyak ilmu untuk mengembangkan bisnis kulinernya. Ada dilema antara kepentingannya sebagai individu dan kepentingan orang banyak yaitu warga sekolah di sini. Manakah yang sebaiknya ia pilih?
Tugas Anda
Setelah membaca kasus tersebut diatas, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut:
- Siapa yang menghadapi dilema?
Yang menghadapi dilema adalah Ibu Dini
- Apakah dua kebenaran yang ada?
Adalah benar jika tokoh tersebut Ibu Dini merupakan Kepala Sekolah yang cerdas, berbakat dan juga inovatif.
Karena Ibu Dini harus meninggalkan sekolah selama 3 bulan.
Tapi benar juga jika Ibu Dini seorang wirausahaan yang sukses
Karena Ibu Dini mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan usaha bisnisnya.
- Paradigma mana yang terjadi pada kasus ini?
Dilema individu lawan kelompok (sekolah)
- Dapatkah lebih dari satu dilema, berlaku untuk kasus yang sama? Bila iya, yang mana dan mengapa?
Iya, yaitu kebenaran lawan kesetiaan. Karena, bila Ibu Dini memutuskan untuk tetap mengikuti pelatihan, itu merupakan sebuah kebenaran untuknya. Namun bila ia tetap tinggal di sekolah dan memilih tidak mengikuti program pelatihan, itu merupakan bentuk kesetiaannya terhadap sekolah dan siswa-siswanya.
Kasus 2
Hari ini murid-murid kelas 8 di SMP Pelita senang sekali karena mereka akan melakukan studi lapangan ke Taman Safari Cisarua Bogor sebagai bagian dari pelajaran Biologi. Untuk mengikuti studi lapangan ini, setiap murid harus membayar biaya ekstra. Ada 3 murid yang belum membayar oleh karena itu mereka tidak akan mengikuti studi lapangan ini, salah satunya adalah Danang, seorang murid yang sangat cerdas, suka belajar Biologi, dan bercita-cita menjadi seorang dokter hewan. Murid-murid yang tidak bisa mengikuti studi lapangan sudah diberikan tugas pengganti oleh guru Biologi, yaitu mengamati hewan dan perilakunya, yang secara substansi sama dengan tugas yang dilakukan murid-murid lain yang berstudi lapangan ke Taman Safari.
Ketika murid-murid sedang sibuk mempersiapkan diri untuk naik ke dalam bus pariwisata yang akan membawa mereka ke Taman Safari, Ibu Dita, guru Biologi sekaligus ketua panitia studi lapangan ini, melihat Danang datang ke sekolah bersama orangtuanya. Danang membawa ransel dan terlihat siap untuk bergabung dalam kegiatan ini. Orangtua Danang mengatakan pada Ibu Dita bahwa anaknya sangat ingin mengikuti kegiatan ini, dan memohon agar Danang diperbolehkan mengikutinya dan mereka berjanji akan membayar dengan cara mencicil. Ibu Dita bingung sekali dengan situasi tersebut. Akhirnya Ibu Dita pun mengajak orang tua Danang untuk bertemu dengan kepala sekolah, Pak Pandu.
Bila Anda berada dalam posisi Pak Pandu, apa yang akan Anda lakukan? Menurut peraturan, Danang tidak bisa mengikuti program studi lapangan karena belum membayar biayanya, namun Pak Pandu sadar betul, kalau ia menerapkan peraturan itu, Danang akan sedih dan kecewa, karena ia sudah mempersiapkan diri dan sangat ingin mengikuti kegiatan, namun bila Pak Pandu memperbolehkan, bagaimana dengan murid lain yang juga belum membayar dan memutuskan untuk tidak ikut?
Tugas Anda
Setelah membaca kasus tersebut diatas, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut:
- Siapa yang menghadapi dilema?
Yang menghadapi dilema adalah Pak Pandu sebagai Kepala Sekolah SMP Pelita
- Apakah dua kebenaran yang ada?
Adalah benar jika tokoh tersebut Pak Pandu sebagai kepala sekolah harus mengikuti peraturan. Menurut peraturan, Danang tidak bisa mengikuti program studi lapangan karena belum membayar biaya ekstra.
Tapi benar juga jika Pak Pandu menerapkan peraturan, maka Danang akan sedih dan kecewa, karena Danang sudah mempersiapkan diri ingin mengikuti kegiatan dan berjanji akan mencicil biaya ekstra
- Paradigma mana yang terjadi pada kasus ini?
Dilema rasa keadilan lawan rasa kasihan
- Dapatkah lebih dari satu dilema, berlaku untuk kasus yang sama? Bila iya, yang mana dan mengapa?
Iya, yaitu dilema individu lawan kelompok. Karena pak Pandu kebingungan antara memberikan izin untuk Danang ikut serta meski mencicil, artinya itu mementingkan individu Danang. Namun Pak Pandu juga harus memikirkan siswa lain yang tidak bisa ikut seperti Danang. Artinya pak Pandu harus memikirkan akibat dari keputusannya terhadap orang tua murid lain, serta siswa-siswanya.
Kasus 3
Anda adalah seorang kepala sekolah di sebuah sekolah menengah pertama (SMP) swasta. Pak Doddy adalah seorang guru Matematika di sekolah yang Anda pimpin. Ia adalah guru yang kompeten dan memiliki semangat belajar yang tinggi. Ia menguasai bidang yang diajarkan, dan metode mengajarnya juga mudah dimengerti oleh murid-murid, namun ia memiliki beberapa masalah dalam pengendalian emosi, pengelolaan waktu, dan integritas. Beberapa kali Anda mendapat keluhan baik dari murid-murid maupun orang tua murid bahwa Pak Doddy kerap marah-marah pada murid-muridnya ketika ia kecewa pada sikap atau kinerja mereka.
Pak Doddy juga kerap kali terlambat dalam menyelesaikan tanggung jawabnya, seperti membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, membuat soal ujian, dan juga mengisi nilai rapor murid. Kejadian terakhir, Pak Doddy terbukti memanipulasi laporan keuangan kepanitiaan kegiatan studi wisata kelas 7 ke Yogya, dimana ia menjadi bendaharanya. Anda telah menyampaikan keluhan-keluhan murid-murid dan orang tua murid pada Pak Doddy, menegurnya atas tindakan memanipulasi laporan keuangan, dan membimbingnya untuk memperbaikinya, namun tidak terdapat perbaikan apa-apa. Akhirnya di akhir tahun ajaran, Anda memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak kerja Pak Doddy.
Pak Doddy dapat menerima keputusan sekolah. Ia segera mencari pekerjaan baru dengan melamar ke beberapa sekolah. Pak Doddy juga secara personal meminta Anda untuk memberikan rekomendasi bila ada sekolah yang memintanya. Anda pun mengiyakannya. Pada suatu hari, Anda mendapat email dari bagian Sumber Daya Manusia/SDM, SMA Cahaya Hati yang meminta Anda mengisi lembar rekomendasi mengenai kinerja Pak Doddy sehubungan dengan lamaran Pak Doddy ke sekolah tersebut sebagai Koordinator Guru Matematika. Di formulir itu ada beberapa pertanyaan tentang pengendalian emosi, pengelolaan waktu, dan integritas.
Anda paham betul bahwa kalau Anda mengisi formulir dengan sebenar-benarnya, Pak Doddy tidak akan mendapatkan pekerjaan tersebut. Sekolah tersebut adalah sekolah yang baik, dan posisi yang dituju adalah posisi yang strategis. Anda juga tahu, sebagai kepala keluarga dengan istri yang tidak bekerja dan 3 anak yang masih kecil-kecil, Pak Doddy sangat membutuhkan pekerjaan ini. Apa yang akan Anda lakukan? Apakah Anda akan mengisi formulir tersebut dengan apa adanya, atau akan Anda buat sedikit lebih baik dari fakta yang terjadi? Apa pertimbangan Anda ketika melakukan hal tersebut?
Tugas Anda
Setelah membaca kasus tersebut diatas, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut:
- Siapa yang menghadapi dilema?
Yang menghadapi dilema adalah Saya sebagai Kepala Sekolah
- Apakah dua kebenaran yang ada?
Adalah benar jika saya sebagai kepala sekolah harus menjunjung tinggi integritas dan kejujuran karena itu adalah komitmen sebagai kepala sekolah.
Tapi benar juga jika saya memberikan rekomendasi kepada Pak Doddy untuk bekerja di SMA Cahaya Hati karena Pak Doddy sangat membutuhkan pekerjaan tersebut untuk menghidupi anak dan istrinya.
- Paradigma mana yang terjadi pada kasus ini?
Dilema rasa keadilan lawan rasa kasihan
- Dapatkah lebih dari satu dilema, berlaku untuk kasus yang sama? Bila iya, yang mana dan mengapa?
Iya, yaitu dilema jangka pendek lawan jangka panjang. Ketika saya sebagai kepala sekolah harus mengisi formulir tentang pengendalian emosi, pengelolaan waktu, dan integritas Pak Doddy. Bila saya mengisi formulir dengan jujur, tentunya akan berpengaruh terhadap kehidupan Pak Doddy dan keluarga terutama masa depan anak-anaknya.
Kasus 4
SMA Permata adalah sekolah swasta berlokasi di Jakarta dengan banyak prestasi yang membanggakan. Setiap tahunnya animo masyarakat untuk menyekolahkan anak-anak mereka ke sekolah selalu tinggi. Hal ini tidak terlepas dari peran yayasan yang menaungi sekolah tersebut yang selalu memperhatikan kepentingan para guru-guru sekolah tersebut.
Tahun ini, seperti biasa yayasan akan mengadakan rapat kerja dimana para kepala sekolah harus melaporkan kegiatan tahun ajaran yang telah berjalan dan mempresentasikan rencana kegiatan dan anggaran sekolah untuk tahun ajaran depan.
Bapak Zulkarnain, sebagai kepala sekolah mengajukan dua program untuk para guru yaitu program pelatihan guru tentang penggunaan teknologi dalam pembelajaran, dan program outbound team building guru ke Puncak, Ciawi. Namun ketua yayasan meminta Bapak Zulkarnain untuk memilih salah satu program saja, tidak bisa dua-duanya karena anggaran tahun depan juga akan dialokasikan untuk pembangunan gedung perpustakaan yang baru, mengingat perpustakaan yang lama sudah tidak memadai untuk jumlah murid yang semakin bertambah.
Pak Zulkarnain menjadi bimbang, di satu sisi program pelatihan ini sangat dibutuhkan guru-guru. Dalam jangka panjang guru-guru mau tidak mau harus harus terampil menggunakan teknologi dalam pembelajaran untuk menunjang proses pembelajaran yang interaktif, menarik, dan bermakna bagi murid-murid. Dari hasil supervisi akademik yang dilakukan Pak Zulkarnain dan tim bidang akademik, sebagian besar guru-guru belum terampil menggunakan teknologi dalam pembelajaran.
Namun Pak Zulkarnain juga memahami, setelah hampir 2 tahun masa pandemi dan pembelajaran dilakukan secara daring, ditinjau dari aspek sosial dan emosional, para guru membutuhkan program outbound ini untuk memperkuat ikatan emosi dan sosial antar mereka agar dapat kembali bekerja sama dalam sebuah tim dengan baik, serta bersemangat kembali ke sekolah menyambut murid-murid belajar dalam pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT).
Bila Anda berada dalam posisi Bapak Zulkarnain, apa yang akan Anda lakukan? Apakah Anda akan memilih program pelatihan guru dalam bidang teknologi atau melaksanakan program outbound team building? Apa alasannya?
Tugas Anda
Setelah membaca kasus tersebut diatas, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut:
- Siapa yang menghadapi dilema?
Yang menghadapi dilema adalah Bapak Zulkarnain sebagai Kepala Sekolah
- Apakah dua kebenaran yang ada?
Adalah benar jika Pak Zulkarnain sebagai kepala sekolah menjadi bimbang, di satu sisi program pelatihan sangat dibutuhkan guru-guru. Karena dalam jangka panjang guru-guru mau tidak mau harus harus terampil menggunakan teknologi dalam pembelajaran untuk menunjang proses pembelajaran yang interaktif, menarik, dan bermakna bagi murid-murid.
Tapi benar juga jika Pak Zulkarnain setuju dengan program outbound team building guru ke Puncak, Ciawi. Karena untuk memperkuat ikatan emosi dan sosial antar mereka agar dapat kembali bekerja sama dalam sebuah tim dengan baik, serta bersemangat kembali ke sekolah menyambut murid-murid belajar dalam pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT)
- Paradigma mana yang terjadi pada kasus ini?
Dilema jangka pendek lawan jangka panjang
- Dapatkah lebih dari satu dilema, berlaku untuk kasus yang sama? Bila iya, yang mana dan mengapa?
Tidak ada dilema lain dari kasus ini
Komentar
Posting Komentar