Tugas 3.1.a.4 Eksplorasi Konsep-Tugas Mandiri Modul 3.1 Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-Nilai Kebajikan Sebagai Pemimpin (Pengambilan dan Pengujian Keputusan)
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
Tugas 3.1.a.4 Eksplorasi Konsep-Tugas Mandiri Modul 3.1 Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-Nilai Kebajikan Sebagai Pemimpin (Pengambilan dan Pengujian Keputusan)
Nurrifda, S.Pd SMPN 1 Kundur Utara CGP Angkatan 8 Kab. Karimun, Kepri
Mari kita terapkan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan pada studi kasus Ibu Tati sebelumnya.
Studi Kasus: Ibu Guru Tati
Ibu Tati adalah guru kelas V yang merupakan rekan kerja Anda, yang mana sama-sama mengajar kelas V yang kelasnya paralel. Ruangan kelas ibu Tati pun persis di sebelah ruangan kelas Anda. Ibu Tati terkenal sangat disiplin dan cenderung ‘galak’. Pada sisi lain, ibu Tati juga pekerja keras dan murid-muridnya pun selalu mendapatkan nilai-nilai yang sangat baik. Sebagian murid-murid sangat takut kepada ibu Tati, dan sebagian lain bisa menyesuaikan diri. Kepala Sekolah Anda dan orang tua murid juga sangat menghargai ibu Tati. Suatu hari, Anda mendengar tangisan seorang murid dan pergi keluar untuk melihat asal suara tangisan tersebut. Anda melihat seorang murid perempuan, kelas V sedang berlutut di atas bebatuan sekolah yang sangat panas hari itu, menghadap di depan pintu kelas ibu Tati. Anda melihat ibu Tati tampak tidak menghiraukan suara tangisan muridnya dan tetap mengajar seperti biasa, namun Anda bisa melihat bahwa beberapa murid di kelas ibu Tati mencoba untuk mencuri pandangan keluar kelas melihat temannya yang sedang menangis dan berlutut di terik matahari. Apa yang harus Anda lakukan? Apakah guru lain dapat menginterupsi di mana saat itu ada guru lain yang memiliki wewenang atas kelas yang dipimpinnya? Dalam kondisi ini apa yang bisa Anda lakukan? Dapatkah Anda menginterupsi, mengapa, dan bagaimana?
Tugas 3.1.a.4 Eksplorasi Konsep-Studi Kasus Modul 3.1 Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-Nilai Kebajikan Sebagai Pemimpin (Prinsip Dilema Etika) Nurrifda, S.Pd SMPN 1 Kundur Utara CGP Angkatan 8 Kab. Karimun, Kepri Berikan tanggapan Anda terhadap studi kasus di bawah ini, pendekatan atau prinsip apa yang menjadi landasan berpikir Anda dan mengapa? Tuliskan jawaban Anda pada selembar kertas! Studi Kasus : Pak Seto adalah Kepala Sekolah sebuah sekolah dasar. Ia memiliki 2 guru kelas V yang berbeda cara mengajarnya. Ibu Tati guru kelas VA dan Ibu Sri guru kelas VB. Ibu Tati terkenal sebagai guru ‘galak, namun pada saat yang sama, nilai rata-rata murid-muridnya sangat baik. Sehingga sifat keras Ibu Tati masih dianggap sesuai, demi mencapai hasil yang baik dari murid-muridnya. Sedang Ibu Sri adalah guru yang sabar dan tenang, namun ada beberapa muridnya yang memiliki nilai di bawah KKM. Suatu hari Ibu Sri datang ke ruangan Pak Seto selaku kepala sekolah, dan mengadukan perbuatan Ibu ...
Tugas 3.1.a.4.1 Eksplorasi Konsep-Forum Diskusi Modul 3.1 Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-Nilai Kebajikan Sebagai Pemimpin (Kasus 2) Nurrifda, S.Pd SMPN 1 Kundur Utara CGP Angkatan 8 Kab. Karimun, Kepri Kasus 2 I bu Azizah adalah kepala sekolah SMP Tunas Bangsa. Ia adalah seorang kepala sekolah yang memiliki integritas dan komitmen yang tinggi. Ia memiliki hubungan profesional yang baik dengan Ibu Dani, Kepala SMA Nusantara. Mereka seringkali berkomunikasi dan bekerjasama sehubungan dengan program-program pendidikan baik di sekolah Ibu Azizah sendiri maupun sekolah Ibu Dani. Baru-baru ini Ibu Azizah terpilih menjadi ketua MKKS-Musyawarah Kerja Kepala Sekolah. Ibu Dani pun terpilih menjadi bendahara MKKS. Awalnya semua program MKKS dibawah kepemimpinan Ibu Azizah berjalan dengan baik sampai pada saatnya diadakan rapat evaluasi semester 1, dimana Ibu Azizah harus memberikan laporan pada Dewan Pembina MKKS, termasuk laporan keuangan. Ibu Azizah pun meminta lap...
ARTIKEL AKSI NYATA BUDAYA POSITIF JUDUL : PENERAPAN BUDAYA POSITIF MELALUI KESEPAKATAN KELAS OLEH : NURRIFDA, S.Pd CGP ANGKATAN 8, KABUPATEN KARIMUN, KEPULAUAN RIAU 1. Latar Belakang Sesuai dengan filosofi pendidikan menurut KHD bahwa pembelajaran dilakukan agar siswa mendapatkan kebahagiaan yang setinggi-tingginya. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan menerapkan budaya positif dilingkungan sekolah. Budaya positif dapat dibangun dengan membuat keyakinan kelas/sekolah dan menerapkan tahapan segitiga restitusi dalam penyelesaian masalah. Dengan penerapan segitiga restitusi dapat membimbing siswa berdisiplin positif dan dapat membentuk karakter siswa yang baik. 2. Tujuan Tujuan dari aksi nyata yang dilakukan adalah: Meningkatkan rasa percaya diri dan keberanian siswa da...
Komentar
Posting Komentar