Tugas 3.1.a.4 Eksplorasi Konsep-Tugas Mandiri Modul 3.1 Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-Nilai Kebajikan Sebagai Pemimpin (Pengambilan dan Pengujian Keputusan)


Tugas 3.1.a.4 Eksplorasi Konsep-Tugas Mandiri
Modul 3.1 
Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-Nilai Kebajikan Sebagai Pemimpin
(Pengambilan dan Pengujian Keputusan)


Nurrifda, S.Pd
SMPN 1 Kundur Utara
CGP Angkatan 8 Kab. Karimun, Kepri


Mari kita terapkan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan pada studi kasus Ibu Tati sebelumnya.

Studi Kasus: Ibu Guru Tati 

Ibu Tati adalah guru kelas V yang merupakan rekan kerja Anda, yang mana sama-sama mengajar kelas V yang kelasnya paralel. Ruangan kelas ibu Tati pun persis di sebelah ruangan kelas Anda. Ibu Tati terkenal sangat disiplin dan cenderung ‘galak’. Pada sisi lain, ibu Tati juga pekerja keras dan murid-muridnya pun selalu mendapatkan nilai-nilai yang sangat baik. Sebagian murid-murid sangat takut kepada ibu Tati, dan sebagian lain bisa menyesuaikan diri. Kepala Sekolah Anda dan orang tua murid juga sangat menghargai ibu Tati. Suatu hari, Anda mendengar tangisan seorang murid dan pergi keluar untuk melihat asal suara tangisan tersebut. Anda melihat seorang murid perempuan, kelas V sedang berlutut di atas bebatuan sekolah yang sangat panas hari itu, menghadap di depan pintu kelas ibu Tati.  Anda melihat ibu Tati tampak tidak menghiraukan suara tangisan muridnya dan tetap mengajar seperti biasa, namun Anda bisa melihat bahwa beberapa murid di kelas ibu Tati mencoba untuk mencuri pandangan keluar kelas melihat temannya yang sedang menangis dan berlutut di terik matahari. Apa yang harus Anda lakukan? Apakah guru lain dapat menginterupsi di mana saat itu ada guru lain yang memiliki wewenang atas kelas yang dipimpinnya? Dalam kondisi ini apa yang bisa Anda lakukan? Dapatkah Anda menginterupsi, mengapa, dan bagaimana?

Question #1


Response is required

Pada Situasi tersebut adalah Benar bahwa Bu tati adalah seorang guru yang disiplin dan pekerja keras dalam mengajar. Terhadap murid-muridnya bu Tati selalu menenamkan disiplin, benar bahwa bu tati melakukan tindakan menghukum adalah dalam rangka mendisiplinkan murid tersebut.

Antara sikap disiplin bu Tati dan cara mendisiplinkan yang dilakukan bu Tati adalah kebenaran yang saling bertentangan, dimana cara bu tati tersebut tidak relevan digunakan untuk mendisiplinkan murid

Question #2


Response is required

Yang terlibat adalah saya sebagai teman sejawat. Saya memahami bahwa kita harus menanamkan disiplin pada murid, disisi lain saya tidak setuju dengan cara bu tati menerapkan pendisiplinan terhadap murid seperti itu

Question #3


Response is required

Fakta bahwa bu Tati adalah guru yang disiplin pada diri dan pekerja keras, kinerjanya bagus, dihargai oleh kepala sekolah dan orang tua murid. Hasil didikannya juga berdampak bagus terbukti dengan murid-muridnya mendapatkan nilai yang bagus, 

Fakta kedua, bahwa seorang murid perempuan menangis sedang berlutut di atas bebatuan sekolah yang sangat panas hari itu, menghadap di depan pintu kelas ibu Tati.  

Peristiwa tersebut dimaksudkan untuk memberi efek jera pada murid yang berlaku sama dimasa yang lain. Di sisi lain pendisiplinan seperti itu sudah tidak relevan dan menyakiti hati nurani bagi siapa saja yang melihatnya, baik guru, anak, maupun orangtua. Bisa jadi orangtua tidak terima dan dapat menempuh jalur hukum untuk penyelesaiannya.

Question #4


Response is required

1. Yang dilakukan bu Tati bisa dianggap pelanggaran hak asasi anak

2. Dalam peraturan sekolah sudah tidak diperbolehkan untuk melakukan hukuman fisik

3. Berdasarkan intuisi, saya juga kurang setuju dengan pendisiplinan seperti itu karena akan menimbulkan sifat dendam siswa terhadap guru dan dapat mempengaruhi pembentukan karakter murid

4.  Tidak nyaman

5. Kepala sekolah dan rekan sejawat akan berpendapat sama dengan saya, untuk berani meluruskan hal tersebut supaya tidak berkepanjangan.

Question #5


Response is required

Paradigma Jangka pendek lawan Jangka panjang, dimana tindakan untuk mengingatkan Bu Tati tersebut berdampak pada keberlangsungan lembaga pendidikan, dari sekarang sampai keadaan setelahnya. Pemikiran untuk membuat citra baik dimata masyarakat kedepannya lebih diutamakan. Terlebih sebagai bentuk tanggungjawab kita terhadap psikis anak didik dimasa mendatang, agar tidak terjadi traumatik saat sekolah.

Question #6


Response is required

Prinsip yang akan digunakan untuk mengatasi situasi tersebut adalah Berpikir Berbasis Peraturan (Rule Based Thinking), karena berkaitan dengan aturan dengan menjunjung tinggi prinsip dan nilai.

Question #7


Response is required

Kemungkinan ada juga opsi lain, yaitu dengan mengajak diskusi Bu Tati dari hati ke hati tentang situasi yang terjadi 

Question #8


Response is required

Keputusan yang dapat saya ambil adalah berdiskusi dengan bu Tati tentang berbagai hal termasuk situasi yang terjadi saat itu. Melakukan pendekatan coaching dengan bu Tati untuk menemukan solusi terhadap permasalahannya.

Question #9


Response is required

Menurut saya cara berdiskusi dengan pendekatan coaching merupakan cara terbaik untuk dilakukan, dengan prinsip kemitraan tanpa menggurui ataupun menjustice, sehingga moral dan etika tetap berjalan beriringan sesuai aturan yang ada. Manfaatnya bu Tati dapat menggali potensinya unuk menemukan cara-cara terbaik dalam mendisiplinkan murid tanpa hukuman fisik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas 3.1.a.4 Studi Kasus (Eksplorasi Konsep-Prinsip Dilema Etika) Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-Nilai Kebajikan Sebagai Pemimpin

Tugas 3.1.a.4.1 Eksplorasi Konsep-Forum Diskusi Modul 3.1 Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-Nilai Kebajikan Sebagai Pemimpin

ARTIKEL AKSI NATA MODUL 1.4 BUDAYA POSITIF