Aksi Nyata Modul 3.1 Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-Nilai Sebagai Pemimpin Pembelajaran

 

AKSI NYATA
Modul 3.1 

Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-Nilai Kebajikan 
Sebagai Pemimpin Pembelajaran

Nurrifda, S.Pd
SMPN 1 Kundur Utara
CGP Angkatan 8 Kab. Karimun, Kepri

Sebagai pemimpin pembelajaran di kelas, guru harus dapat mengambil keputusan yang tepat dari permasalahan yang dihadapi di kelas. Guru seringkali dihadapkan pada kasus yang dilematis, bagaimana guru dituntut untuk mampu mengambil keputusan yang tepat dan berpihak pada murid. Permasalahan tersebut digolongkan dalam 2 kategori yaitu dilema etika dan bujukan moral. Dilema etika merupakan kasus dimana 2 nilai kebajikan yang bertetengatangan atau disebut benar dan benar, sedangkan bujukan moral berkaitan dengan keputusan benar atau salah.

Ketika seorang guru berada dalam situasi dilema etika maupun bujukan moral, maka dalam pengambilan keputusan diharapkan berpedoman pada 4 paradigma, 3 prinsip dan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan. 

Langkah awal untuk pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran adalah sebagai berikut:

1. Menganalisis dan menentukan apakah masalah yang dihadapi termasuk dilema etika atau bujukan moral
2. Menentukan paradigma yang terjadi.
  • Paradigma individu dan masyarakat (Individula vs Community)
Paradigma ini menekankan pada sebuah keputusan yang mengakomodasi individu atau sebuah kelompok, dengan nilai-nilai yang sama benar. Individu dalam hal ini bukan hanya saja satu orang, akan tetapi individu dapat dimaknai sebagai kelompok kecil, seperti keluarga, kelas dan sebagainya. Misalnya dalam kelas seorang individu sudah siap ke materi berikutnya sedangkan kelompok lain masih butuh bantuan.
  • Paradigma rasa keadilan lawan rasa kasihan (Justice vs Mercy)
Paradigma dilema etika ini membuat keputusan antara mengikuti aturan yang sudah ditetapkan demi keadilan bagi semua atau membuat pengecualian terhadap seseorang atas dasar kasih sayang dan kemurahan hati.
  • Paradigma kebenaran lawan kesetiaan (Truth vs Loyalty)
Dengan paradigma ini seseorang akan diperhadapkan antara menyampaikan sebuah kebenaran atau memilih untuk setia/bertanggung jawab pada suatu organisasi profesi dan sebagainya, karena kita ikut bertanggung jawab dalam kelompok tersebut dan telah menyepakati nilai-nilai yang harus dipegang teguh.
  • Paradigma jangka pendek dan jangka panjang (Short term vs Long term)
paradigma ini berkaitan dengan memilih untuk melakukan sesuatu hal untuk sekarang atau dimasa yang akan datang. Kasus seperti ini sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari misalnya memilih antara apakah waktu anda akan digunakan untuk lebih banyak bersama keluarga atau anda akan melanjutkan pendidikan di perantauan.

3. Menentukan prinsip yang akan digunakan dalam pengambilan keputusan.
  • Berpikir Berbasis Hasil Akhir (Ends-Based Thinking)
Prinsip berfikir ini berfokus pada hasil akhir tanpa melihat proses dijalani, prinsip lebih condong dalam pengambilan keputusan demi kebaikan orang banyak atau kelompok yang lebih besar.
  • Berpikir Berbasis Peraturan (Rule-Based Thinking)
Prinsip ini termasuk yang ketat , karena segala keputusan yang diambil harus selalu mengacu pada aturan aturan dan nilai yang telah dibuat dan disepakati, demi menjaga integritas dan komitmen bersama.
  • Berpikir Berbasis Rasa Peduli (Care-Based Thinking)
Prinsip berpikir terbilang lebih humanis pada kasus kasus tertentu , prinsip berfikir lebih menekankan pada rasa peduli dan kasih sayang di atas peraturan yang ada . Prinsip ini selalu melihat, jika kita sendiri berada dalam posisi yang sama , pasti ingin diperlakukan seperti itu juga.

4. Menguji keputusan yang akan diambil melalui 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan. 
  • mengenali nilai-nilai yang saling bertentangan
  • menentukan siapa yang terlibat dalam situasi ini
  • mengumpulkan fakta-fakta yang relevan dengan situasi ini
  • pengujian benar atau salah
  1. Uji legal yaitu menentukan apakah ada aspek pelanggaran hukum.
  2. Uji regulasi yaitu menentukan apakah ada pelanggaran aturan/kode etik profesi dalam kasus tersebut.
  3. Uji instuisi yaitu menentukan apakah ada yang salah dalam situasi tersebut berdasarkan perasaan atau instuisi.
  4. Uji publikasi yaitu menguji perasaan jika keputusan yang diambil dipublikasikan di depan halaman koran.
  5. Uji panutan yaitu menentukan keputusan apa yang akan diambil oleh panutan/idola dalam situasi tersebut.
  • pengujian paradigma benar lawan benar
  • melakukan prinsip resolusi
  • investigasi opsi trilema
  • buat keputusan
  • lihat lagi keputusan dan refleksikan
Pemahaman mengenai pengambilan keputusan berdasarkan pemimpin pembelajaran dalam modul ini sangat relevan dan dibutuhkan oleh pendidik dalam rangka mendampingi murid mencapai tujuan pembelajaran yang telah direncanakan.





SALAM GURU PENGGERAK
Tergerak, Bergerak, Menggerakkan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas 3.1.a.4 Studi Kasus (Eksplorasi Konsep-Prinsip Dilema Etika) Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-Nilai Kebajikan Sebagai Pemimpin

Tugas 3.1.a.4.1 Eksplorasi Konsep-Forum Diskusi Modul 3.1 Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-Nilai Kebajikan Sebagai Pemimpin

ARTIKEL AKSI NATA MODUL 1.4 BUDAYA POSITIF